Kamis, 05 April 2012

4. Kitab Zakat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
Hadits ke-1
Dari Ibnu Abbas r. bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengutus Mu'adz ke negeri Yaman --ia meneruskan hadits itu-- dan didalamnya (beliau bersabda): "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.
Hadits ke-2

3. Kitab Jenazah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
Hadits ke-1
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perbanyaklah menyebut pelebur kenikmatan, yaitu : mati." Riwayat Tirmidzi dan Nasa'i, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban.
Hadits ke-2

2. Kitab Shalat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Hadits ke-1
Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Waktu Dhuhur ialah jika matahari telah condong (ke barat) dan bayangan seseorang sama dengan tingginya selama waktu Ashar belum tiba, waktu Ashar masuk selama matahari belum menguning, waktu shalat Maghrib selama awan merah belum menghilang, waktu shalat Isya hingga tengah malam, dan waktu shalat Shubuh semenjak terbitnya fajar hingga matahari belum terbit." Riwayat Muslim.
Hadits ke-2

KASIH TAK SAMPAI. 3. Gadis Angker Sang Penodong (bag. 18)



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang "

Selama kejadian itu berlangsung Tiara hanya menyaksikan dari jauh. Ia bingung mau berbuat apa. Karena dalam hatinya sedang gemuruh perang diantara dua rasa. Rasa sayang dan rasa geram.
Satu sisi Tiara sangat menyayangi Romi. Ia kasihan melihat Romi  ketika dikeroyok rame – rame oleh puluhan orang terminal. Karena Romi tidak bersalah. Tiara merasa dirinyalah yang salah, bukan Romi. Ia ingin menolong sebisanya. Ia ingin menyelamatkannya. Disisi yang lain ia geram terhadap Romi. Karena perasaan hatinya ditolak oleh Romi. Maka ia membiarkan Romi dikeroyok oleh orang – orang yang ada diterminal.

1. Kitab Thaharah



Hadits ke-1
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda tentang (air) laut. "Laut itu airnya suci dan mensucikan, bangkainya pun halal." Dikeluarkan oleh Imam Empat dan Ibnu Syaibah. Lafadh hadits menurut riwayat Ibnu Syaibah dan dianggap shohih oleh oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi. Malik, Syafi'i dan Ahmad juga meriwayatkannya.
Hadits ke-2

KASIH TAK SAMPAI. 3. Gadis Angker Sang Penodong (bag. 17)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang "

“Maaf aku bukan pencopet ! Jagan pukuli aku ! Ayolah bicaralah baik – baik saja di pos polisi sana itu !”

“Hemmm … Kurang ajar, pencopet mengaku bukan pencopet. Pandai pula kamu mengelabuhi kmi. Ayo kita hajar !” Teriak salah seorang diantara mereka yang paling besar diantara mereka.

KASIH TAK SAMPAI. 3. GADIS ANGKER SANG PENODONG (bag. 16)


Saat itu Tiara sangat geram terhadap tingkah Romi. Pemuda yang lugu, dengan pakaian yang terlalu lusuh itu tidak mau menerima perasaan hatinya. Padahal penampilan Romi tidak lebih gaya dibanding dengan kawan – kawan kuliahnya. Romi hanyalah Romi. Kaos yang dipakainya sudah terlalu kusam, celananya lusuh, sandal carvilnya sudah terlalu usang untuk dipakai dilingkungan kota Metropolitan Surabaya. Tetapi Romi sanggup menolak perasaan hati Tiara.

Selasa, 03 April 2012

KASIH TAK SAMPAI. 3. GADIS ANGKER SANG PENODONG (bag. 15)


Romi diam, tidak bisa menjawab apa yang diungkapkan oleh Tiara tersebut. Ia diam seribu bahasa. Ia mendengar apa yang dikatakan Tiara itu benar – benar asing ditelinganya. Selama dipesantren ia tidak pernah mendengarkan kata – kata seperti itu.  Rayuan yang menjadikan Romi tersipu malu bercampur takut.
Romi melemparkan pandangannya kearah anak – anak kecil terminal yang lagi asik bermain – main air hujan. Anak – anak kecil yang lari kesana – kemari hanya memakai celana pendek saja. Mereka tampak bahagia dengan hujan lebat itu.

KASIH TAK SAMPAI. 3. GADIS ANGKER SANG PENODONG (bag. 14)


Taxi itu mundur mendekat ke jalan kecil sebelah selatan masjid. Hujan masih sangat deras. Maka ketika pintu taxi dibuka beberapa anak kecil mendekat dan menawarkan jasa payungnya. Romi menumpang berteduh di payung seorang anak kecil sampai dimasjid. Setelah sampai masjid ia menyodorkan uang dua ribuan kepada anak kecil penjual jasa payung tersebut. Dia menolak menerima kembalian uang seribuan dari anak kecil itu.

Sampai di masjid Romi menitipkan tas rangselnya ke tempat penitipan barang. Ia masuk ke kamar kecil. Setelah kencing dan ambil air wudlu ia bergegas masuk masjid. Ia menunaikan sholat tahiyatul masjid dua roka’at sebelum ikut jama’ah sholat ashar di masjid terminal tersebut.

KASIH TAK SAMPAI. 3. GADIS ANGKER SANG PENODONG (bag. 14)


“He he he… Pak sopir ini ada – ada saja. Pak sopir baru tahu sepintas kan ?  Aneh banget. Bisa menilai orang secepat itu. Aku saja belum kenal kok. Kenalnya ya di jalan itu tadi.”

“Tapi kenapa wanita itu menitipkan mas kepadaku?”

“Ah jangan berlagak seperti mak jomblang pak sopir ! Tidak lucu.”

“He he he … Kamu tidak percaya ya ? Ini baca SMS darinya yang baru dikirim kepadaku.”


“Pak sopir ini pandai pula merayu penumpangnya agar berlangganan. Aku salut banget sama pak sopir. Sanggup membuat penumpangnya bisa menikmati perjalanan.”

KASIH TAK SAMPAI. 3. GADIS ANGKER SANG PENODONG (bag. 13)



Awan masih hitam dan tebal. Hujan masih deras. Hujan bagaikan air ditumpahkan dari ember saja. Lebat sekali.  Parit – parit penuh dan tumpah kejalan. Jalan – jalan banjir. 

Saat itu taxi yang membawa Romi menuju terminal Bungurasih berjalan lambat. Karena semua mobil berjalan lambat. Terhambat air yang menggenang di berbagai badan jalan.

KASIH TAK SAMPAI 2. PIPI HANCUR BERKEPING - KEPING (bag.12)


“Tidak usah repot mengantar segala. Tidak usha kerumahku. Rumahku dikampung. Jalannya jelek. Berlumpur kalau musim penghujan semacam ini. Dan berdebu kalau musim kemarau. Aku takut sama abah dan ummiku. Terima kasih atas tawarannya. Tapi biarlah aku naik taxi saja. Sopir taxi juga butuh pemasukan. Aku tidak ingin merepotkan Mbak Tiara.” Jawab Romi sambil mengulurkan tangannya kearah tangan Hasan.

Senin, 02 April 2012

KASIH TAK SAMPAI 2. PIPI HANCUR BERKEPING - KEPING (bag.11)


Tapi kalau hanya sekedar memamerkan kecantikannya dengan membuka aurotnya, aku tidak sedikitpun tertarik kepadanya. Karena wanita semacam itu akan bisa juga menyeretku dan calon anak – anakku kedalam jurang neraka. Bukankah kecantikan lahir itu hanya sedalam kulit Hasan ? Kata guru bahsa Inggri “the beautiful is but skin deep (kecantikan itu hanya sedalam kulit)” Ingatlah ayat 56 surat Al – Ahzab yang artinya : Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.Imbuh Romi.

KASIH TAK SAMPAI 2. PIPI HANCUR BERKEPING - KEPING (bag.10)


“Jujur sajalah ! Tidak usah berbelit ! Tentu kamu menyukainya bukan ? Asal tahu saja dia bernama Tiara. Dia sedang kuliah di fakultas hukum, semester 3.”

“Aku katakan jujur saja, bahwa aku mengaguminya. Tapi aku tidak ingin memilikinya.”
“Kenapa ?”

“Banyak hal. Tidak bisa aku uraikan. Takut menyinggung perasaanmu dan perasaannya juga jika suatu ketika ia mendengarkan apa yang aku sampaikan kepadamu.”

KASIH TAK SAMPAI 2. PIPI HANCUR BERKEPING - KEPING (bag.9)


“Mau kemana mas ?” Tanya Tiara kepada Hasan.

“Mau ke terminal, mengantarkan tamu balik ke pesantren.” Jawab Hasan.

“Ouw… Memangnya ada tamu.  Sejak kapan tamu menginap dirumah mas Hasan ?”

“Sejak tadi malam.”

KASIH TAK SAMPAI 2. PIPI HANCUR BERKEPING - KEPING (bag.8)



Sabtu tanggal 19 Desember 2009 cuaca berawan tebal di Kota Pahlawan Surabaya dan sekitarnya. Seakan hujan hampir tumpah dari langit. Walaupun jam masih menunjukkan pukul  satu siang gelapnya seperti jam enam sore.

KASIH TAK SAMPAI 1. Ilmu Laduni (bag.7)


“Maafkan Romi muridku yang cerdas ! Sekarang aku sangat percaya terhadap apa yang kamu terangkan. Kamu ternyata luar biasa. Aku belum pernah melakukan seperti apa yang kamu lakukan. Usahamu dalam hal memahami suatu ilmu sangat luar biasa hebat.

KASIH TAK SAMPAI 1. Ilmu Laduni (bag.6)


“Sebelum melihat tanda – tanda yang nyata dari bekas – bekas belajarmu aku belum percaya. Karena bisa juga kamu hanya sekedar menunjuk suatau tempat yang kira – kira pantas untuk tempat belajarmu.”

“Ooo … Jadi ustadz belum percaya ?”

“Tentu aku tidak percaya.”

PROPOSAL UNTUK MENAKERTRANS (KOMPUTER DAN MESIN JAHIT)



PROPOSAL PERMOHONAN
BANTUAN PEMBELIAN PERALATAN MENJAHIT (USAHA KONVEKSI)

KE
DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI JAKARTA